Makalah Discharge Planning


KATA PENGANTAR


Segala puji bagi Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas mandiri ini. Tidak lupa pula shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW. karena berkat limpahan taufik dan hidayah-Nya yang telah membawa rahmat bagi seluruh alam.
Tugas ini saya susun berdasarkan himpunan yang telah saya kutip dari beberapa sumber. Material dalam tugas ini saya susun dengan bahasa yang mudah untuk dipahami. Saya menyadari bahwa tugas ini masih mempunyai kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun dari semua pihak sangatlah saya harapkan demi perbaikan berikutnya. Semoga tugas sederhana ini dapat digunakan sebaik mungkin serta bermanfaat bagi pembaca.









     Banda Aceh, 7 Desember 2014
                                                                                                                              
                                  Penyusun

DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN............................................................................
A.    Latar Belakang.............................................................................................. 1
B.     Rumusan Masalah......................................................................................... 1
C.     Tujuan........................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN............................................................................. 2
KONSEP DISCHARGE PLANNING.......................................................... 2
A.    Definisi Discharge Planning......................................................................... 2
B.     Prinsip-prinsip............................................................................................... 2
C.     Mekanisme Discharge Planning.................................................................... 2
D.    Manfaat Discharge Planning......................................................................... 5
E.     Diagram Alur Discharge Planning................................................................ 5
F.      Penerapan Discharge Planning...................................................................... 6
G.    Format Discharge Planning........................................................................... 8
BAB III PENUTUP................................................................................... 10
A.    Kesimpulan.................................................................................................. 10
B.     Saran............................................................................................................ 10
DAFTAR PUSTAKA......................................................................... ....... 11






BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Discharge planning merupakan komponen yang terkait dengan rentang perawatan. Rentang keperawatan sering pula disebut dengan perawatan yang berkelanjutan yang artinya perawatan yang selalu dibutuhkan pasien dimanapun pasien berada. Rentang keperawatan kontinu (continuum of care) adalah integrasi sistem keperawatan yang berfokus pada pasien terdiri atas mekanisme pelayanan keperawatan yang membimbing dan mengarahkan pasien sepanjang waktu (Chasta, 1990).
Perencanaan pulang merupakan bagian penting dari program keperawatan klien yang dimulai segera setelah klien masuk rumah sakit. Hal ini merupakan suatu proses yang menggambarkan usaha kerjasama antara tim kesehatan, keluarga, klien dan orang yang penting bagi klien.

B.  Rumusan Masalah
1.    Apa definisi Discharge Planning?
2.    Apa saja prinsip Discharge Planning?
3.    Bagaimana mekanisme Discharge Planning?
4.    Apa saja manfaat Discharge Planning?
5.    Bagaimana diagram alur Discharge Planning?
6.    Bagaimana penerapan Discharge Planning?
7.    Bagaimana format Discharge Planning?

c.  Tujuan
1.    Untuk mengetahui definisi discharge planning
2.    Untuk mengetahui prinsip discharge planning
3.    Untuk mengetahui manfaat discharge planning
4.    Untuk mengetahui mekanisme discharge planning
5.   Untuk mengetahui diagram alur discharge planning
6.   Untuk mengetahui penerapan discharge planning



BAB II
PEMBAHASAN
KONSEP DISCHARGE PLANNING
A. Definisi Discharge Planning
Discharge Planning (Perencanaan Pulang) merupakan komponen sistem perawatan berkelanjutan, pelayanan yang diperlukan klien secara berkelanjutan dan bantuan untuk perawatan berlanjut pada klien dan membantu keluarga menemukan jalan pemecahan masalah dengan baik, pada saat tepat dan sumber yang tepat dengan harga yang terjangkau (Doenges & Moorhouse: 94-95).


B. Prinsip-prrinsip
1. Pasien merupakan fokus dalam perencanaan. Nilai keinginan dan kebutuhan dari pasien  perlu dikaji dan dievaluasi.
2. Kebutuhan dari pasien diindentifikasi, kebutuhan ini dikaitkan dengan masalah yang mungkin yang timbul pada saat pasien pulang nanti, sehingga kemungkinan masalah yang timbul dirumah dapat segera diantisipasi.
3. Perencanaan pulang dilakukan secara kolaboratif, perencanaan pulang merupakan pelayanan multidisiplin dan setiap tim harus saling bekerja sama.
4. Prosedur discharge planning harus dilakukan secara konsisten dengan kualitastinggi pada semua pasien.
5. Pasien harus dipulangkan kepada suatu lingkungan yang aman dan adekuat.
6. Keberlanjutan perawatan antar lingkungan harus merupakan hal yang terutama.

C. Mekanisme Discharge Planning
Proses discharge planning mencakup kebutuhan fisik pasien, psikologis, sosial,
 budaya, dan ekonomi. Perry dan Potter (2006) membagi proses discharge planning atas tiga fase, yaitu akut, transisional, dan pelayanan berkelanjutan. Pada fase akut, perhatian utama medis berfokus pada usaha discharge planning. Sedangkan pada fase transisional,kebutuhan pelayanan akut selalu terlihat, tetapi tingkat urgensinya semakin berkurang dan pasien mulai dipersiapkan untuk pulang dan merencanakan kebutuhan perawatan 
masa depan. Pada fase pelayanan berkelanjutan, pasien mampu untuk berpartisipasi dalam
 perencanaan dan pelaksanaan aktivitas perawatan berkelanjutan yang dibutuhkan setelah
 pemulangan. Perry dan Potter (2005) menyusun format discharge planning sebagai berikut :

1.Pengkajian
Elemen penting dari pengkajian discharge planning adalah :
a.Data kesehatan 
b.Data pribadi
c.Pemberi perawatan
d.Lingkungan
e.Keuangan dan pelayanan yang dapat mendukung

2.Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan didasarkan pada pengkajian discharge planning, dikembangkan untuk mengetahui kebutuhan pasien dan keluarga. Yaitu mengetahui problem, etiologi(penyebab), support sistem (hal yang mendukung pasien sehingga dilakukan discharge planning).

3.Perencanaan
Menurut Luverne dan Barbara (1988) Perencanaan pemulangan pasien membutuhkanidentifikasi kebutuhan pasien. Kelompok perawat berfokus pada kebutuhan rencana pengajaran yang baik untuk persiapan pulang pasien, yang disingkat dengan METHOD yaitu :
a.Medication (obat)
Pasien sebaiknya mengetahui obat yang harus dilanjutkan setelah pulang.

b.Environment (lingkungan)
Lingkungan tempat pasien akan pulang dari rumah sakit sebaiknya aman. Pasien juga sebaiknya memiliki fasilitas pelayanan yang dibutuhkan untuk kelanjutan perawatannya.

c.Treatment (pengobatan)
Perawat harus memastikan bahwa pengobatan dapat berlanjut setelah pasien pulang, yang dilakukan oleh pasien dan anggota keluarga.


d.Health Teaching(pengajarankesehatan)
Pasien yang akan pulang sebaiknya diberitahu bagaimana mempertahankan

e.Outpatient
Referal Klien sebaiknya mengenal pelayanan dari rumah sakit atau agen komunitas lainyang dapat meningkatkan perawatan yang kontinu.
f.Diet
Pasien sebaiknya diberitahu tentang pembatasan pada dietnya dan pasien sebaiknyamampu memilih diet yang sesuai untuk dirinya.
4.Implementasi
Implementasi dalam discharge planning adalah pelaksanaan rencana pengajaran referal. Seluruh pengajaran yang diberikan harus didokumentsikan pada catatan
perawat dan ringkasan pulang (discharge summary). Intruksi tertulis diberikan kepada pasien . Demontrasi ulang harus menjadi memuaskan, pasien dan pemberi perawatanharus memiliki keterbukaan dan melakukannya dengan alat yang digunakan dirumah.
5.Evaluasi
Evaluasi terhadap discharge planning adalah penting dalam membuat kerja prosesdischarge planning. Perencanaan dan penyerahan harus diteliti dengan cermat untuk menjamin kualitas dan pelayanan yag sesuai. Keberhasilan program rencana pemulangan tergantung pada enam variabel :
a. Derajat penyakit 
b.Hasil yang diharapkan dari perawatan
c. Durasi perawatan yang dibutuhkan
d. Jenis-jenis pelayanan yang diperlakukane.Komplikasi tambahan
f. Ketersediaan sumber-sumber untuk mencapai pemulihan

D. Manfaat Discharge Planning
Menurut Spath (2003) perencanaan pulang mempunyai manfaat sebagai berikut :
1.Dapat memberikan kesempatan untuk memperkuat pengajaran kepada pasien yangdimulai dari rumah sakit.
2.Dapat memberikan tindak lanjut secara sistematis yang digunakan untuk menjaminkontinuitas perawatan pasien.
3.Mengevaluasi pengaruh dari intervensi yang terencana pada penyembuhan pasien danmengindentifikasi kekambuhan atau kebutuhan perawatan baru.

4.Membantu kemandirian dan kesiapan pasien dalam melakukan perawatan di rumah.

E. Diagram Alur Discharge Planning

      ALUR DISCHARGE PLANNING

F. Penerapan Discharge Planning
a.    Fenomena penerapan Discharge Planning di berbagai rumah sakit di Indonesia:
1.   Masih terbatasnya rumah sakit yang melaksanakan discharge planning, hal ini disebabkan karena masih belum dipahaminya bahwa discharge planningmerupakan bagian dari asuhan keperawatan di rumah sakit
2.   Belum berjalannya mekanisme rujukan, terutama rujukan ke praktik keperawatan mandiri dan home care
3.   Policyrumah sakit belum mewujudkan kerja sama dengan agency keperawatan / kesehatan
4.   Proses pendidikan keperawatan kurang menekankan arti pentingnya pembelajaran tentang discharge planning
5.   Belum tersosialisasi secara optimal tentang discharge planning kepada perawat di rumah sakit.

b.   Langkah-langkah penerapan discharge planning
Untuk penerapan discharge planning perlu ditempuh langkah-langkah sebagai berikut:

1.   Merumuskan statement visi
Pernyataan visi harus menjelaskan tujuan, harapan, dan semangat sistem dalam menyediakan program discharge planning yang bertanggung jawab
2.   Tanggung jawab terhadap komunitas
Perlu dirumuskan suatu MoU antara rumah sakit dengan persatuan perawat lanjutan yang ada di masyarakat yang berisi tentang tanggung jawab dan tanggung gugat program perawatan di rumah serta mekanisme rujukan kembali
3.   Pendekatan tim untuk discharge planning
Program discharge planning harus menggunakan pendekatan tim multi disiplin yang menyertakan tanggung jawab masing-masing disiplin dalam program discharge planning. Pendekatan tim dapat memudahkan komunikasi dan efesiensi serta efektivitas dalam penggunaan sumber daya.

4.   Pembentukan leader team
Leader teamadalah orang yang bertanggung jawab terhadap klien yang akan dirujuk ke unit pelayanan lanjutan masyarakat. Pada kebanyakan kasus leader team adalah perawat yang akan menjadi manajer kasus di masyarakat. Leader team bekerjasama dengan tim kesehatan lain memastikan bahwa konsumen memiliki sumber daya dan dukungan dalam proses keperawatan.
5.   Sistem informasi dan alur
Sistem informasi dirancang melalui proses manajemen yang menggarisbawahi proses discharge planning, meningkatkan komunikasi, kemudahan, mengakses sumber daya serta kelancaran discharge planning.
6.   Program pembayaran yang fleksibel
Program pembayaran harus dirancang dengan menawarkan ketersediaan sumber daya konsumen dengan mempertimbangkan fleksibilitas pada pembayaran.
7.   Mengkoordinasi kesatuan sistem discharge planning
Harus diciptakan pertemuan yang membahas tentang kesatuan sistem dalam discharge planning sehingga dalam masyarakat akan terjadi kemudahan dalam mengkoordinir dan membuat tanggung jawab terhadap semua disiplin yang terlibat dalam discharge planning.
8.   Menetapkan kejelasan penyandang dana
Penyandang dana bertanggung jawab terhadap jaminan perkembangan dan implementasi dari kebijakan pelaksanaan discharge planning.
9.   Kebijkan pemerintah
Pemerintah bertanggung jawab untuk memonitoring implementasi dari sistem discharge planning. Proses ini akan berjalan baik apabila para agency pelayanan kesehatan lanjutan mengadakan kerjasama dengan pemerintah dan memberi masukan untuk perbaikan sistem.
10.    Pembentukan group pembela
Kelompok pembela mempunyai peran penting dalam memastikan integritas dan akuntabilitas dari sistem discharge planning.


G. Format Discharge Planning

   FORMAT DISCHARGE PLANNING








8. Petunjuk Teknisi Pengisian Pengisian Discharge Planning

No. Reg :
Diisi sesuai dengan nomor register pasien
Nama :
Diisi sesuai dengan nama pasien
Jenis kelamin :
Diisi laki-laki atau perempuan
Alamat :
Diisi sesuai dengan alamat pasien
Ruang rawat :
Diisi sesuai dengan ruang pasien dirawat (Ruang bedah Teratai)
Tanggal MRS :
Sesuai klien masuk Rumah Sakit
Diagnosa MRS :
Diisi oleh perawat berdasarkan diagnosa medis yang ditentukan oleh dokter
Tanggal KRS :
Tanggal ditetapkannya pasien pulang oleh dokter
Diagnosa KRS :
Diagnosa klien berdasarkan pemeriksaan klinis setelah klien diperbolehkan pulang
Diagnosa keperawatan :
Diagnosa klien berdasarkan masalah keperawatan selama MRS
Aturan diit :
Diisi berdasarkan anjuran dari ahli gizi
Obat-obat yang diminum dan jumlahnya :
Diisi sesuai obat yang  dibawa pulang aturannya, jumlahnya, dosisnya
Aktivitas :
Diisi perawat sesuai keadaan pasien saat pulang tentang kegiatannya dan istirahatnya di rumah
Tanggal/tempat kontrol :
Diisi sesuai tempat kontrol dimana klien kontrol
Yang dibawa pulang (hasil lab, foto, ECG, dll) :
Hasil dari pemeriksaan klien yang diperbolehkan dibawa pulang.
Dipulangkan dari RS Sumberglagah dengan keadaan :
Diisi berdasarkan kondisi pasien pulang
Lain-lain :
Diisi hal di luar ketentuan diatas misal : obat-obat yang di stop/dihentikan.






BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Discharge planning adalah komponen sistem perawatan berkelanjutan sebagai perencanaan kepulangan pasien dan memberikan informasi kepada pasien dan keluarganya yang dituliskan untuk meninggalkan satu unit pelayanan kepada unit yang  lain didalam atau diluar suatu agen pelayanan kesehatan umum, sehingga pasien dan keluarganya mengetahui tentang hal-hal yang perlu dihindari dan dilakukan sehubunagan dengan kondisi penyakitnya.
Tujuan utama discharge planning adalah membantu klien dan keluarga untuk mencapai tingkat kesehatan yang optimal. Sedangkan, manfaat discarge planning bagi pasien diantaranya dapat menurunkan jumlah kekambuhan, penurunan kembali ke rumah sakit, dan kunjungan ke ruangan kedaruratan yang tidak perlu kecuali untuk beberapa diagnosa serta dapat kembantu klien untuk memahami kebutuhan setelah perawatan dan biaya pengobatan.
Tahap-tahap discharge planning pada dasarnya sama dengan tahap-tahap dalam asuhan keperawatan yaitu pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi, dan evaluasi.

B. Saran
1.    Perawat mampu mengetahui konsep discharge planning
2.    Perawat mampu menerapkan konsep discharge planning
3.    Dalam menerapkannya perawat harus mengetahui mekanisme discharge planning secara mendalam agar dapat memberikan asuhan keperawatan yang efektif







DAFTAR PUSTAKA

Nursalam, Ferry Efendi. 2007.Pendidikan dalam Keperawatan, Jakarta: SalembaMedika

Potter & Perry.(2005).Buku Ajar Fundamental Keperawatan, Konsep, Proses dan

Praktik.Jakarta: EGC.

Belum ada Komentar untuk "Makalah Discharge Planning"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel