Cara Mengukur Tekanan Darah yang Baik dan Benar

Cara Mengukur Tekanan Darah yang Baik dan Benar

Assalamualaikum sobat Atjeh17Team, sekarang saya akan berbagi sebuah artikel tentang prosedur mengukur tekanan darah yang tepat dan benar, kalau bahas masalah tekanan darah untuk zaman sekarang siapa yang tidak tau, bahkan sudah menjadi bagin dari hidupnya, kenapa saya mengatakan telah menjadi bagian dari hidupnya, karena setiap seorang ibu/bapak pergi ke rumah sakit/puskesmas/klinik pasti hal pertama yang paling sering dilakukan adalah mengukur tekanan darah dan dan banyak orang sekarang sudah bisa langsung mengatakan bahwa tekanan darahnya tinggi atau rendah dengan hanya karena memakan suatu makanan tertentu. Nah tekanan darah sudah tau, tapi apa cara mengukur tekanan darah itu sendiri sudah tau bagaimana caranya ?  sebenarnya tekanan darah bisa di ukur oleh dokter atau perawat, akan tetapi kita yang bukan perawat atau dokter juga bisa mengukur tekanan darah, akan tetapi kita harus membeli terlebih dahulu alat pengukur tekanan darah adalah spegnomanometer, dan bisa belajar prosedurnya dengan mudah, akan tetapi ini lebih dianjur untuk dilakukan oleh dokter atau perawat, sekarang mari sobat Atjeh17Team simak bagaimana prosedur menukur tekanan darah yang baik dan benar:

            Mengukur tekanan darah

                          a.       Pengertian
                          Mengukur tekanan darah adalah melakukan pengukuran tekanan darah (hasil dari curah jantung dan tahanan pembuluh perifer) dengan menggunakan sphignomanometer.

                          b.      Tujuan
                                    Mengetahui keadaan hemodinamik pasien dan keadaan kesehatan secara menyeluruh. Dilakukan pada :
                                    1)   Setiap pasien yang baru dirawat.
                                    2)   Setiap pasien secara rutin.
                                    3)   Pasien sesuai kebutuhan.

                          c.       Persiapan alat, baki berisi :
                                    1)   Stetoskop
                                    2)   Sphignomanometer air raksa atu aneroid dengan balon udara dan manset.
                                    3)   Kapas alkohol dalam tempatnya.
                                    4)   Bengkok.
                                    5)   Buku catatan dan alat tulis.

                          d.      Prosedur pelaksanaan
                                    1)   Bawa alat ke dekat pasien.
                                    2)   Jelaskan tindakan yang akan dilakukan beserta tujuan.
                                    3)   Cuci tangan.
                                    4)   Atur posisi pasien: duduk atau berbaring dengan nyaman, lengan disokong setinggi jantung, dan telapak tangan menghadap ke atas. Pengaturan posisi dapat memudahkan penempatan manset. Posisi lengan di atas jantung akan menyebabkan hasil pengukuran rendah yang salah.
                                    5)   Buka pakaian yang menutupi lengan atas.
                                    6)   Palpasi arteri brakialis dan tempatkan manset 2,5 cm di atas sisi denyut arteri brakialis. Stetoskop akan diletakkan di atas arteri tanpa menyentuh manset.
                                    7)   Pusatkan anak panah yang tertera pada manset ke arteri brakialis dan lingkaran manset pada lengan atas secara rapid an tidak ketat. Penempatan manset yang longgar menyebabkan hasil pengukuran tinggi yang salah.
                                    8)   Pastikan manometer terletak setinggi titik pandang mata dan perawat berdiri tidak lebih dari satu meter jauhnya. Mencegah ketidaktepatan pembacaan air raksa.
                                    9)   Palpasi arteri brakialis sambil memompa manset sampai tekanan 30 mmHg di atas titik hilangnya denyut arteri. Perlahan kempiskan manset, perhatikan sampai denyut kembali teraba (sistolik palpasi). Mengidentifikasi perkiraan tekanan sistolik dan menentukan titik pengembangan maksimal untuk pembacaan akurat. Mencegah kesenjangan auskultasi.
                                    10) Kempiskan manset sepenuhnya dan tunggu selama 30 detik. Mencegah kongesti vena dan hasil pengukuran tinggi yang tidak akurat.
                                    11) Tempatkan bagian telinga stetoskop pada telinga pemeriksa. Bagian telinga stetoskop seharusnya mengikuti sudut liang telinga pemeriksa untuk mempermudah pendengaran.
                                    12) Cari tempat arteri brakialis dan tempatkan diafragma stetoskop di atasnya. Penempatan stetoskop memastikan penerimaan bunyi optimum. Bunyi yang samar dapat mengakibatkan pengukuran yang salah.
                                    13) Tutup kantong tekanan searah putaran jarum jam sampai kencang. Mencegah kebocoran udara saat pengembangan.
                                    14) Pompa manset sampai tekanan 30 mmHg di atas hasil palpasi sistolik pasien. Memastikan ketepatan pengukuran sistolik.
                                    15) Buka katup secara perlahan sehingga memungkinkan air raksa turun rata-rata 2-3 mmHg per detik.
                                    16) Perhatikan titik pada manometer saat bunyi pertama jelas terdengar.
                                    17) Lanjutkan membuka katup secara bertahap dan perhatikan titik hilangnya bunyi.  Bunyi korotkoff pertama menandakan tekanan sistolik.
                                    18) Kempiskan manset dengan cepat dan total. Pengembangan terus-menerus menyebabkan oklusi  arteri dan mati rasa serta kesemutan pada lengan pasien.
                                    19) Jika prosedur diulang, tunggu sampai 30 detik. Mencegah kongesti vena dan pembacaan tinggi yang salah.
                                    20) Buka manset dan lipat serta simpan dengan baik.  Pemeliharaan yang tepat terhadap alat memengaruhi keakuratan instrument.
                                    21) Tutup lengan atas dan bantu pasien untuk posisi yang diinginkan.
                                    22) Desinfeksi bagian telinga (ear piece) stetoskop dan bagian diafragma stetoskop dengan kapas alcohol. Menontrol penyebaran mikroorganisme bila perawat saling bergantian menggunakan stetoskop.
                                    23) Informasikan hasil kepada pasien.
                                    24) Mencuci tangan.
                                    25) Dokumentasikan hasil tindakan pada catatan perawatan.

                          Jumlah tekanan darah berdasarkan usia seseorang :

Usia
Tekanan darah
Bayi baru lahir
40 mmHg (rerata)
1 bulan
85/54 mmHg
1 tahun
95/65 mmHg
6 tahun
105/65 mmHg
10-13 tahun
110/65 mmHg
14-17 tahun
120/75 mmHg
Dewasa tengah
120/80 mmHg
Lanjut usia
140/90 mmHg

Itulah prosedur mengukur tekanan darah yang baik dan benar, prosedur tersebut dapat dilakukan berulang kali agar lebih mahir ketika mengukur langsung tekanan darah pada pasien, semoga bermanfaat dan mudah dipahami dan mudah dilakukan, apabila ada yang kurang paham bisa ditanyakan melalui komentar, terima kasih, wassalam

Belum ada Komentar untuk "Cara Mengukur Tekanan Darah yang Baik dan Benar"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel