Makalah Aktivitas dan Mobilisasi

Makalah Aktivitas dan Mobilisasi

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Mekanika tubuh adalah istilah yang digunakan dalam menjelaskan penggunaan tubuh yang aman, efisien, dan terkoordinasi untuk menggerakkan objek dan melakukan aktifitas hidup sehari-hari (Kozier  2004)

            Mekanika tubuh merupakan usaha koordinasi dari muskuloskeletal dan sistem saraf untuk mempertahankan keseimbangan dengan tepat. Pada dasarnya, mekanika tubuh adalah cara menggunakan tubuh secara efisien, yaitu tidak banyak mengeluarkan tenaga, berkoordinasi serta aman dalam mengerakkan dan mempertahankan keseimbangan selama beraktivitas (Alimul A. Aziz. 2006).

Aktivitas adalah suatu energy atau keadaan bergerak di mana manusia memerlukan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup. Kebutuhan aktivitas/pergerakan dan istirahat tidur merupakan suatu kesatuan yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Salah satu tanda kesehatan adalah adanya kemampuan seseorang tidak terlepas dari keadekuatan system persarafan dan musculoskeletal. Manusia mempunyai kebutuhan untuk bergerak agar dapat memenuhi kebutuhan dasarnya dan melindungi diri dari kecelakaan.
Mobilisasi mengacu pada kemampuan seseorang untuk bergerak dengan bebas, dan immobilisasi mengacu pada ketidakmampuan seseorang untuk bergerak dengan bebas. Pengkajian mobilisasi pasien berfokus pada rentang gerak
(latihan ROM), gaya berjalan (menggunakan Kruk, Walker dan Tongkat), latihan, toleransi aktivitas serta kesejajaran tubuh.
Mobilisasi secara garis besar dibagi menjadi 2, yaitu mobilisasi secara pasif dan mobilisasi secara aktif. Mobilisasim secara pasif yaitu: mobilisasi dimana pasien dalam menggerakkan tubuhnya dengan cara dibantu dengan orang lain secara total atau keseluruhan. Mobilisasi aktif yaitu: dimana pasien dalam menggerakkan tubuh dilakukan secara mandiri tanpa bantuan dari orang lain.

B.     Rumusan Masalah
1.      Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kesejajaran tubuh yang buruk ?
2.      Bagaimana prosuder tindakan keperawatan berjalan dengan kruk aksila ?
3.      Bagaimana cara mengidentifikasi trauma, kerusakan otot, atau disfungsi saraf ?
4.      Medikasi obat-obatan apa saja yang dapat membuat pasien mengantuk dan pusing ?

C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi kesejajaran tubuh yang buruk.
2.      Untuk mengetahui prosedur tindakan keperawatan berjalan dengan kruk aksila.
3.      Untuk mengetahui cara mengidentifikasi trauma, kerusakan otot, atau disfungsi saraf.
4.      Untuk mengetahui Medikasi obat yang dapat membuat pasien mengantuk dan pusing.


BAB II
PEMBAHASAN

   A.    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesejajaran Tubuh yang Buruk
Adapun menurut Alimul A. Aziz. (2006) bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kesejajaran tubuh yang buruk adalah :
1.    Status kesehatan
Perubahan status kesehatan dapat memengaruhi sistem muskuloskeletal dan sistem saraf berupa penurunan koordinasi. Perubahan tersebut dapat disebabkan oleh penyakit, berkurangnya kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, dan lain-lain.

2.    Nutrisi
Salah satu fungsi nutrisi bagi tubuh adalah membantu proses pertumbuhan tulang dan perbaikan sel. Kekurangan nutrisi bagi tubuh dapat menyebabkann kelemahan otot dan memudahkan terjadinya penyakit. Sebagai contoh : tubuh yang kekurangan kalsium akan lebih mudah mengalami fraktur.

3.    Emosi
Kondisi psikologis memengaruhi perubahan dalam perilaku indivisu sehingga dapat menjadi penyebab menurunnya kemampuan mekanika tubuh dan ambulasi yang baik. Seseorang yang mengalami perasaan tidak aman, tidak bersemangat, dan harga diri yang rendah, akan mudah mengalami perubahan dalam mekanika tubuh dan ambulasi.



4.    Situasi dan kebiasaan
Situasi dan kebiasaan yang dilakukan seseorang, misalnya sering mengangkat benda-benda berat akan menyebabkan perubahan mekanika tubuh dan ambulasi.

5.    Gaya hidup
Perubahan pola hidup seseorang dapat menyebabkan stres dan kemungkinan besar akan menimbulkan kecerobohan dan beraktivitas, sehingga dapat menganggu koordinasi antara sistem muskuloskeletal dan saraf. Hal tersebut pada akhirnya akan mengakibatkan perubahan mekanika tubuh.

6.    Pengetahuan
     Pengetahuan yang baik terhadap mekanika tubuh akan mendorong seseorang untuk menggunakannya secara benar, sehingga akan mengurangi energi yang telah dikeluarkan. Sebaliknya, pengetahuan yang kurang memadai dalam penggunaan mekanika tubuh akan menjadikan seseorang berisiko mengalami gangguan koordinasi system musculoskeletal dan saraf.

Sedangkan menurut Wartonah,Tarwoto (2006 p.92) bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi mekanika tubuh dan pergerakan adalah :
1.    Tingkat perkembangan tubuh
Usia akan mempengaruhi tingkan perkembangan Neuron faskuler dan tubuh secara proporsional, postur, pergerakan, dan refleks akan berfungsi secara optimal.

2.    Kesehatan fisik
Penyakit, cacat tubuh dan imobilitas akan mempengaruhi pergerakan tubuh.

3.    Keadaan Nutrisi
Kurangnya Nutrisi dapat menyebabkan kelemahan otot, dan obesitas dapat menyebabkan pergerakan menjadi kurang bebas.

4.    Emosi
Rasa aman dan gembira dapat mempengaruhi ativitas tubuh seseorang. Keresahan dan kesusahan dapat menghilangkan semangat, yang kemudian sering dimanivestasikan dengan kurangnya aktivitas.

5.    Kelemahan Neuromuskuler dan skeletal
Adanya abnormal postur seperti skoliosis, lordosis, dan kifosis dapat berpengaruh terhadap pergerakan tulang.

6.    Pekerjaan
Seseorang yang bekerja di kantor kurang melakukan aktivitas dibandingkan dengan petani atau buruh.

Download Untuk Melihat Makalah lengkapnya 








DAFTAR PUSTAKA

Alimul Hidayat, A. Aziz. (2006). Keterampilan Dasar Praktik Klinis Kebidanan  Edisi 2. Jakarta: Salemba Medika.
Muttaqin, Arif. (2008). Pengantar Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Persarafan. Jakarta: Salemba Medika.
Doenges, Marillynn E. (2000). Rencana Asuhan Keperawatan. Jakarta: EGC.
Hoan, Tjay Tan. (2007). Obat-Obat Peting dan Efek-Efek Sampingnya, Edisi 6. Jakarta: Media Komputindo.
Nasrul, Effendi. (1995). Pengantar Proses Keperawatan. Jakarta: EGC
Kozier, B., Erb, G., Berman A., Snyder S. (2004). Buku Ajar Keperawatan Klinis Edisi 5. Jakarta: EGC.
Mardani, Ria Setyo. (2013). Mengenal Saraf pada Manusia. Yogyakarta: Trans Idea Publishing.
Wartonah, Tarwono. (2006). Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan. Jakarta: EGC.
Noor Helmi, Zairin. (2013). Buku Ajar Gangguan Muskuloskeletal. Jakarta: Salemba Medika.
Nugroho, Wahyudi. (1996). Perawatan Lanjut Usia. Jakarta: EGC.
Potter & Perry. (2006). Konsep & Praktik, Fundamental Keperawatan, Vol 2, Edisi 4. Jakarta: EGC.

Syaifuddin. (2009). Fisiologi Tubuh Manusia Untuk Mahasiswa Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Belum ada Komentar untuk "Makalah Aktivitas dan Mobilisasi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel