Pemeriksaan Fisik

Assalamualaikum wr.wb, bagaimana kabarnya sobat Atjeh17Team mudah-mudahan tetap sehat selalu ya, akhir-akhir ini saya sering membahas masalah pendidikan tapi tak apa karena blog ini akan selalu ganti-ganti pembahasan dari tips trik, blogger, SEO, Tema, kesehatan, pada artikel sebelumnya saya telah membahas tentang macam-macam teori belajar, sekarang saya akan membahas tetntang bagaimana cara melakukan pemeriksaan fisik:
Pemeriksaan Fisik
Pengertian
Pemeriksaan fisik adalah peninjauan dari ujung rambut sampai ujung kaki pada setiap system tubuh yang memberikan informasi objektif tentang klien dan memungkinkan perawat untuk mebuat penilaian klinis. Keakuratan pemeriksaan fisik mempengaruhi pemilihan terapi yang diterima klien dan penetuan respon terhadap terapi tersebut.(Potter dan Perry, 2005)
Pemeriksaan fisik dalah pemeriksaan tubuh klien secara keseluruhan atau hanya bagian tertentu yang dianggap perlu, untuk memperoleh data yang sistematif dan komprehensif, memastikan/membuktikan hasil anamnesa, menentukan masalah dan merencanakan tindakan keperawatan yang tepat bagi klien dengan menggunakan teknik inspeksi, auskultasi, palpasi, dan perkusi
Pemeriksaan fisik dalah pemeriksaan tubuh klien secara keseluruhan atau hanya bagian tertentu yang dianggap perlu, untuk memperoleh data yang sistematif dan komprehensif, memastikan/membuktikan hasil anamnesa, menentukan masalah dan merencanakan tindakan keperawatan yang tepat bagi klien dengan menggunakan teknik inspeksi, auskultasi, palpasi, dan perkusi
Tujuan pemeriksaan fisik
1. Untuk mengumpulkan dan memperoleh data dasar tentang kesehatan klien.
2. Untuk menambahkan, menginformasi, atau menyangkal data yang diperoleh dalam riwayat keperawatan.
3. Untuk menginformasikan dan mengidentifikasi diagnosa keperawatan.
4. Untuk membuat penilaian klinis tentang perubahan status kesehatan klien dan penatalaksanaannya.
5. Untuk mengevaluasi hasil fisiologis dari asuhan keperawatan.
Manfaat pemeriksaan fisik
1. Sebagai data untuk membantu perawat dalam menegakkan diagnosa keperawatan.
2. Mengetahui masalah kesehatan yang dialami klien.
3. Sebagai dasar untuk memilih intervensi keperawatan yang tepat.
4. Sebagai data untuk mengevaluasi hasil dari asuhan keperawatan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika pemeriksaan fisik
1. Selalu meminta kesediaan atau ijin pada pasien untuk setiap pemeriksaan.
2. Menjaga privasi pasien.
3. Pemeriksaan dilakukan secara seksama dan sistematis.
4. Memberi penjelasan kepada pasien sebelum melakukan pemeriksaan meliputi, tujuan, kegunaan, cara, dan bagian yang akan diperiksa).
5. Beri instruksi spesifik yang jelas.
6. Berbicaralah yang komunikatif.
7. Ajaklah pasien untuk bekerja sama dalam pemeriksaan.
8. Perhatikanlah ekspresi atau bahasa non verbal dari pasien.
Persiapan ketika pemeriksaan fisik
1. Persiapan alat
a. Meteran
b. Timbangan berat badan
c. Penlight
d. Stetoskop
e. Spighnomamometer (tensimeter)
f. Thermometer
g. Arloji (stopwatch)
h. Refleks Hammer
i. Otoskop
j. Tissue
k. Handschoon bersih (jika perlu)
2. Lingkungan
Ruangan yang akan digunakan dalam keadaan nyaman, hangat, dan cukup penerangan.
3. Klien (fisik dan fisiologis)
Bantu klien mengenakan baju periksa jika ada dan anjurkan pasien untuk rileks.
Baca juga:
Baca juga:
Cara Melakukan Pemeriksaan Fisik yang Benar
DAFTAR PUSTAKA
Kozier, Barbara. 2000. Fundamental of Nursing: Conceps, Process and Practice: Six Edition. California: Menlo park.
Priharjo, Robert. 2006. Pengkajian Fisik Keperawatan. Jakarta: EGC.
Bates, Barbara. 1998. Pemeriksaan Fisik dan Riwayat Kesehatan. Jakarta: EGC.
Sekian artikel dari saya tentang Pemeriksaan Fisik, semoga bermanfaat khususnya bagi pembaca, apabila ada yang kurang paham atau adanya tambahan, bisa anda sampaikan melalui kolom komentar terima kasih, wassalam
Belum ada Komentar untuk "Pemeriksaan Fisik"
Posting Komentar