Metode Melakukan Pemeriksaan Fisik

Metode Melakukan Pemeriksaan Fisik

Assalamualaikum wr.wb sobat Atjeh17Team, pada postingan ini aya akan melanjutkan pembahasan dari artikel saya sebelumnya yang tentang prosedur melakukan pemeriksaan fisik, tapi sekarang saya akan melanjutkan tentang artikel metode Melakukan pemeriksaan fisik, nah bagi anda yang ingin mengetahui bagaimana metode tindakan pemeriksaan fisik yang benar simak artikel saya ini:

Metode Melakukan Pemeriksaan Fisik

            1.      Inspeksi

                     Inspeksi adalah metode pemeriksaan yang dilakukan dengan teknik melihat dan mengingat yang dapat menilai :
a.    Kesan umum penderita.
b.    Warna permukaan tubuh.
c.    Bentuk tubuh dan bentuk bagian tubuh.
d.    Ukuran tubuh dan ukuran bagian tubuh.
e.    Gerakan tubuh dan gerakan bagian tubuh.

Cara melakukan inspeksi :
a.        Posisi pasien dapat tidur, duduk atau berdiri.
b.        Bagian tubuh yang akan diperiksa harus bebas.
c.        Bandingkan bagian tubuh yang berlawanan (kesimetrisan) dan abnormal.
d.        Dokumentasikan dalam catatan pearwatan.

                          2.      Palpasi

                                    Palpasi adalah metode pemeriksaan yang dilakukan dengan teknik perabaan mempergunakan ujung jari dan tangan yang dapat menilai :
                                    a.    Permukaan.
                                    b.    Getaran dan denyutan.
                                    c.    Keadaan alat di bawah permukaan.

                          Teknik palapasi :
a.        Palpasi ringan, bersifat supervisial dan lembut. Digunakan untuk menilai lesi pada permukaan atau dalam otot.
b.        Palpasi medium, digunakan untuk menilai lesi medieval pada peritoneum dan untuk masa, nyeri tekan, palpasi (meraba denyut) dan nyeri pada kebanyakan struktur tubuh.
c.        Palapasi dalam, digunakan untuk menilai organ dalam rongga tubuh dan dapat dilakukan dengan satu atau dua tangan.

                          Cara melakukan palpasi, yaitu :
                                    a.    Daerah yang akan dipalpasi harus bebas.
                                    b.    Jari telunjuk dan ibu jari untuk menentukan besarnya benda.
                                    c.    Jari 2, 3, dan 4 untuk menentukan konsistensi.
                                    d.    Telapak tangan untuk merasakan getaran.
e.    Ujung-ujung jari untuk menentukan rasa sakit.

                          3.      Perkusi

            Perkusi adalah metode pemeriksaan yang dilakukan dengan teknik mengetuk permukaan badan dengan bantuan jari-jari, tujuannya untuk mengetahui keadaan organ dalam tubuh. Ada lima nada yang akan dihasilkan dengan teknik perkusi, yaitu :
                                    a.    Pekak, mempunyai intensitas lembut sampai menengah, nada tinggi, waktu agak lama kualitas seperti petir (hati).
                                    b.    Redup
                                    c.    Sonor
                                    d.    Hipersonor, mempunyai intensitas amat keras, waktu lebih lama, kualitas ledakan  (empisema paru).
                                    e.    Timpani, mempunyai intensitas amat keras, waktu lebih lama, kualitas ledakan (empisema paru).

                          Cara melakukan perkusi, yaitu :
                                    a.    Jari tengah tangn kiri diletakkan pada permukaan yang akan diperkusi.
                                    b.    Tempatkan tangan kanan dekat daerah yang akan diperkusi dalam posisi menekuk ke atas, jari tengah dalam sikap fleksi dan siap mengetuk.

                          4.      Auskultasi
                                    Auskultasi adalah metode pemeriksaan yang dilakukan dengan teknik mendengarkan suara yang terdapat di dalam tubuh dengan bantuan alat yang disebut stetoskop.

                          Cara melakukan auskultasi adalah :
                                    a.    Pasangkan kedua "ear pieces" ke dalam telinga.
                                    b.    Letakkan salah satu membran atau cup, tergantung daerah mana yang ingin kita dengar.

DAFTAR PUSTAKA

Priharjo, Robert. 2006. Pengkajian Fisik Keperawatan. Jakarta: EGC.
Bates, Barbara. 1998. Pemeriksaan Fisik dan Riwayat Kesehatan. Jakarta: EGC.


Sekian artikel dari saya tentang Metode Pemeriksaan Fisik, semoga bermanfaat khususnya bagi pembaca, apabila ada yang kurang paham atau adanya tambahan, bisa anda sampaikan melalui kolom komentar terima kasih, wassalam



Belum ada Komentar untuk "Metode Melakukan Pemeriksaan Fisik"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel