Prosedur Melakukan Pemeriksaan Fisik yang Benar

Assalamualaikum wr.wb sobat Atjeh17Team, pada postingan ini aya akan melanjutkan pembahasan dari artikel saya sebelumnya yang tentang pemeriksaan fisik, tapi sekarang saya akan melanjutkan tentang artikel Prosedur Melakukan pemeriksaan fisik, nah bagi anda yang ingin mengetahui bagaimana tindakan pemeriksaan fisik yang benar simak artikel saya ini:
Prosedur Melakukan Pemeriksaan Fisik
1. Cuci tangan sebelum tindakan.
2. Jaga privasi pasien.
3. Jelaskan tujuan dan tindakan yang akan dilakukan.
4. Tinggikan tempat tidur pada ketinggian yang sesuai.
5. Siapkan peralatan dan dekatkan alat-alat.
6. Pakai sarung tangan.
7. Memeriksa keadaan umum pasien, kesadaran dan penampilan.
8. Memeriksa tanda-tanda vital meliputi :
a. Mengukur tekanan darah.
b. Memeriksa suhu tubuh.
c. Menghitung frekuensi nadi.
d. Menghitung frekuensi pernapasan.
e. Nyeri.
9. Kepala
a. Rambut; kebersihan, warna, tekstur, distribusi, kuantitas, ketebalan dan lubrikasi.
b. Lingkar kepala.
c. Inspeksi dan palpasi fontanel.
10. Mata
a. Inspeksi kesimetrisan, kebersihan, konjungtiva, sklera, sekret dan air mata.
b. Inspeksi kondisi palpebra, alis, kelopak mata, aparatus lakrimal, kornea, pupil, dan iris.
c. Uji refleks pupil.
d. Uji ketajaman penglihatan, lapangan pandang, gerakan ekstraokuler dan struktur mata internal dan eksternal.
11. Telinga, hidung, tenggorokan (THT)
a. Inspeksi telinga; bentuk, kebersihan, dan serumen.
b. Inspeksi hidung; kebersihan, polip, sekret, dan pernapasan cuping hidung.
c. Inspeksi tenggorokan; benjolan, sakit wakyu menelan, dan kesimetrisan trakea.
12. Mulut
a. Inspeksi pertumbuhan gigi, kebersihan gigi, dan gusi.
b. Inspeksi bibir; warna, bentuk (normal) dan kelembaban.
c. Inspeksi palatum.
13. Palpasi vena jugularis dan karotis.
14. Dada
a. Inspeksi kesimetrisan dada, pengembangan dada, trauma, dan bengkak.
b. Palpasi denyut jantung.
c. Perkusi suara paru-paru.
d. Auskultasi bunyi napas, ekspirasi dan inspirasi, dan irama napas.
e. Auskultasi jantung; bunyi jantung, kekuatannya, denyutannya, dan irama jantung.
15. Abdomen
a. Inspeksi kesimetrisan; bentuk dan konsistensi.
b. Perkusi dan palpasi hepar dan ginjal.
c. Ukur lingkar perut.
d. Auskultasi bising usus.
16. Ekstermitas
a. Uji rentang gerak (range of motion).
b. Uji kebebasan gerak
c. Uji refleks babinsky, moro, palmar, plantar, flasing, berenang, dan berjalan.
d. Inspeksi kuku; warna bantalan kuku, kebersihan, panjang, ketebalan dan bentuk plat kuku, tekstur kuku, sudut antara kuku dan bantalan kuku dan kondisi lipatan kuku lateral dan proksimal di sekitar kuku.
17. Genetalia
a. Inspeksi; bentuk, kebersihan, dan posisi uretra.
b. Inspeksi buang air kecil (BAK); frekuensi, warna, dan bau.
18. Anus
a. Inspeksi; bentuk, kebersihan, dan letak anus.
b. Inspeksi buang air besar (BAB); frekuensi, warna, konsistensi, dan bau.
19. Kulit
a. Periksa warna dan kebersihan kulit, keutuhan kulit, kelembaban, tekstur, turgor, vaskularitas, edema, dan lesi.
20. Rapikan pasien.
21. Atur posisi yang nyaman.
22. Rapikan peralatan.
23. Cuci tangan setelah tindakan.
24. Ucapkan salam penutup.
25. Dokumentasi hasil tindakan pemeriksaan fisik.
DAFTAR PUSTAKA
Kozier, Barbara. 2000. Fundamental of Nursing: Conceps, Process and Practice: Six Edition. California: Menlo park.
Priharjo, Robert. 2006. Pengkajian Fisik Keperawatan. Jakarta: EGC.
Bates, Barbara. 1998. Pemeriksaan Fisik dan Riwayat Kesehatan. Jakarta: EGC.
Sekian artikel dari saya tentang Prosedur Pemeriksaan Fisik, semoga bermanfaat khususnya bagi pembaca, apabila ada yang kurang paham atau adanya tambahan, bisa anda sampaikan melalui kolom komentar terima kasih, wassalam
Belum ada Komentar untuk "Prosedur Melakukan Pemeriksaan Fisik yang Benar"
Posting Komentar